Forgot Password?
|

Kuliner Khas Kabupaten Rembang

Posted by : Nano Vontastic January 16, 2013 Category : Kuliner / Jajanan

1. Lontong Tuyuhan

Sekilah mendengar kata-kata lontong, bayangan kita akan terbawa dengan makanan yang tersaji dengan beras yang dimasak dengan bungkusan daun pisang berbentuk bulat atau lainnya sesuai selera pembuatnya. Sedangkan lauk yang biasa digunakan merupakan lauk yang berkuah, seperti halnya sayur tewel/gori atau opor ayam.

Penyajian lontong tuyuhan yang berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang ini, juga hampir sama dengan yang pernah dirasakan masyarakat lain dari sejumlah daerah, perbedaannya hanya pada lauknya berupa opor ayam yang dibuat lebih pedas dari opor yang terbiasa dibuat masyarakat.

Opor ayam khas Tuyuhan ini tidak perlu ada penambahan cabai atau sambal, karena kuahnya sudah pedas. 

Kekhasan lainnya, terletak pada bentuk lontongnya yang berbentuk segitiga dengan dibungkus daun pisang dan cara menjajakkannya juga cukup sederhana seperti halnya pedagang kaki lima yang dijajakkan dengan dipikul menyusuri jalan raya.

Awalnya, lontong tuyuhan tersebut disajikan menyusuri jalan-jalan protokol untuk melayani masyarakat yang memang sedang lapar.

Saat ini, sebagian pedagang mendapatkan fasilitas tempat mangkal, sehingga pengunjung dari luar kota yang hendak merasakannya cukup memilih di antara para pedagang yang menempati kios secara berjajar.

Lokasi yang menjadi sentra pedagang berada di Desa Tuyuhan dengan jarak tempuh dari Kota Lasem, Rembang sekitar 2,5 kilometer.

Bagi kamu yang tak ingin repot-repot ke sentranya, cukup datang aja ke Alun-alun Rembang pada malam hari banyak pedagang lontong tuyuhan yang menjajakkan masakan khas Rembang.

Selain bisa menikmati suasana keramaian di Alun-alun Rembang pada malam hari, anda juga bisa menikmati pemandangan bangunan Masjid Agung Rembang yang berdiri megah tepat di depan Alun-alun.

Menikmati lontong tuyuhan tidak harus merogoh kocek terlalu besar karena harga satu porsi lontong tuyuhan plus minuman hanya Rp7.000.

2. Sate Serepeh

Selain lontong tuyuhan, Rembang juga memiliki masakan khas yang dimungkinkan belum banyak ditemukan di daerah lainnya, yakni sate serepeh yang biasanya dipadukan dengan menu masakan lontong tahu atau nasi tahu.

Masyarakat Rembang biasa menikmati sate serepeh ini untuk menu sarapan pagi, sehingga untuk mendapatkan sate sarepeh pada siang hari sulit didapat, meskipun harus keliling kota Rembang.

Namun, anda tidak perlu berkecil hati tak bisa datang ke Rembang pada pagi hari, karena ada pedagang sate serepeh yang menjajakkan menu masakan khas ini pada malam hari di Jalan Sutomo, Kota Rembang. Harga satu porsi cukup Rp5.000 anda akan mendapatkan 12 tusuk sate serepeh yang merupakan sate ayam.

Bedanya, sate serepeh dibentuk pipih, sehingga konon karena bentuknya yang pipih itu mengilhami masyarakat untuk menyebutnya sebagai sate sarepeh.

Jangan beranggapan, sate sarepeh dari Rembang ini melalui proses pembakaran seperti layaknya sate ayam maupun kambing yang dijajakkan di berbagai daerah. Cara memasak sate serepeh katanya dikukus bersama bumbu yang disiapkan. Sedangkan penyajiannya sate tersebut diberikan kuah santan kental yang berwarna gak kuning hasil pencampuran cabe dengan sejumlah bumbu yang memang menjadi rahasia dapur masing-masing pedagang.

Rasa sate ini cukup khas dan tidak bisa dibandingkan dengan sate yang selama ini dijajakan di berbagai daerah.

Membicarakan makanan khas Rembang memang tak akan berakhir, karena masih banyak dan mungkin belum setenar satu serepeh, lontong tuyuhan, dan sayur bumbu merica.

 

3. Sayur Merica

Sebagian besar warga di wilayah Keresidenan Pati mungkin sudah dengar sayur bumbu merica khas Rembang. Bahan yang dipakai, yakni dari ikan laut segar dengan bumbu cabe, merica, bawang merah, bawang putih, kunyit, garam dan air. Meskipun cara memasaknya cukup sederhan dan bahan yang digunakan juga mudah didapat, masyarakat luar Kota Rembang tetap antusias merasakan masakan bumbu merica dengan menyempatkan diri mampir ke warung yang biasa menyediakan masakan tersebut. Ikan yang biasa digunakan merupakan ikan jenis manyung karena sensasi pedas dari resep masakan tersebut bisa dinikmati dengan sempurna. Bagian ikan yang biasa dipakai merupakan bagian kepala karena memberikan kepuasan tersendiri bagi penikmatnya.
Warung makan yang memang khusus menyediakan masakan mrica ada di dekat Klenteng Mak Co yang berada di Desa Tasikagung, Rembang. Setelah lelah melakukan perjalanan jauh dan perut terasa lapar, tidak salah jika menyempatkan diri mampir sejenak ke warung makan yang memang tertulis di depannya “Merica”.

Sepintas, ukuran warung tersebut tidak terlalu luas dan kurang menjanjikan bisa menyajikan masakan yang bener nikmat. Setelah anda memesan dan merasakan masakan sayur bumbu merica, dipastikan akan ketagihan. 

Meskipun warung makan tersebut berukuran kecil, menu masakan khas ikan laut tersedia lengkap, sehingga bisa menjadi oleh-oleh keluarga di rumah.

Semakin banyaknya peminat sayur bumbu merica, sejumlah warung yang memang menyediakan masakan khas Rembang mulai bermunculan di beberapa daerah di Rembang.

Harga yang ditawarkan juga bermacam-macam sesuai ukuran ikan yang digunakannya. Tetapi dengan merogoh kocek sebesar Rp7.000, sudah bisa menikmati menu masakan bumbu merica untuk satu porsinya lengkap dengan minuman es teh manis

4. Sirup Kawista

Buah kawis berbentuk bulat dan bertempurung ini, memiliki berbiji dalam jumlah yang cukup banyak, seperti buah srikaya. Daging buahnya berwarna coklat kehitam-hitaman, dengan aroma buahnya sangat khas rasa manis asem.

Ciri utama tanaman ini berdaun kecil-kecil seperti asam keranji, yang berduri. Buahnya memiliki tekstur berkerut dengan warna kulit dan buahnya berwarna coklat keabu-abuan dan isinya berbulir warna hitam kecoklatan, tetapi tidak bersekat seperti jeruk. Buah yang memiliki nama latin `limonia acidissima synferonia` ini, juga memiliki aroma khas dan memang cukup banyak dijumpai di kabupaten ini sebagai daerah berkapur. 

Bila anda ingin merasakan rasa buah kawis secara langsung dapat dimakan dengan campuran gula pasir dan air. 

Masyarakat sering menjajakan buah kawis dalam bentuk sirup yang dikemas dengan botol, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh untuk teman atau kerabat karena sirup kawis jarang dijumpai di daerah lainnya.

Sirup kawis juga disebut ”The Java Cola” atau cola dari Jawa sebagai salah satu “trade mark” Rembang yang juga terkenal dengan sebutan kota garam.

Untuk mendapatkan satu botol sirup kawis, anda cukup merogoh kocek sebesar Rp17.000 untuk ukuran 620 mililiter atau menginginkan kemasan yang lebih besar dengan harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu lebih sesuai ukuran beratnya.

5.Siwalan

Sebagian wilayah Kabupaten Rembang termasuk kawasan pegunungan kapur, sehingga tumbuh subur pohon siwalan di sejumlah daerah, sehingga produksi buah siwalan dan air nira atau dikenal legen cukup melimpah.

Untuk mendapatkan buah legen yang tumbuh subur di daerah kapur tersebut, anda cukup datang ke Desa Landoh, Kecamatan Sulang, dengan jarak tempuh dari Kota Rembang ke arah Blora sekitar delapan kilometer.

Di sepanjang jalan banyak dijumpai pedagang yang menjajakkan minuman khas legen beserta buah siwalan dengan harga yang cukup murah. Cara penyimpanan legen tersebut juga cuku khas dengan menggunakan bambu.

Minuman yang disadap dari tangkur buah siwalan ini biasanya disajikan dengan es batu sebagai pelepas dahaga. Anda juga bisa meminumnya dengan ditemani makanan ringan atau aneka makanan gorengan.

Selain menyegarkan, ternyata ditemukan beberapa fakta bahwa legen bisa membantu kesehatan fungsi ginjal.

Jenis minuman yang diambil dari tangkur buah siwalan ini juga cocok dijadikan pelepas dahaga setelah menjalani ibadah puasa. Minuman ini juga bisa dikombinasikan dengan potongan buah siwalan yang disajikan dengan es batu seperti layaknya es kelapa muda.

Dan masih banyak lagi yang lain bro ! Mending ente dateng aja ke kota ini, walau cuaca panas tapi hati puas....

 

Cabut dulu coy...



Ada teman ga ada teman... Ada uang ga ada uang... Ada tujuan ga ada tujuan... tetep BERANGKAT !!! ' see you on trip...
Read more about Nano Vontastic

You might like:

Comments

About us

Trackpacking.com adalah social network dimana kamu dapat sharing foto, cerita, peta, komunitas dan perjalananmu pada teman-teman. Dan kamu juga dapat melihat peta, track, hobi, foto, komunitas atau perjalanan dari orang lain. Ayo bergabung!
© Copyright 2014. trackpacking.com

Subscribes