Forgot Password?
|

Wisata Sejarah Subang Larang

Posted by : Armita Fibriyanti February 21, 2012 Category : CatPer

 

Memiliki seorang suami yang berdarah Subang asli membuat saya penasaran untuk mengetahui bagaimana sejarah kota yang terkenal dengan lumbung padinya itu. Sampai pada akhirnya weekend kemarin saya di ajak suami untuk menelusuri situs sejarah Nyai Subang Larang, seorang putri dari penguasa pelabuhan Cirebon pada masa dahulu kala. 

 

Subang Larang adalah istri dari Prabu Siliwangi, seorang raja dari Kerajaan Pajajaran. Dari hasil perkawinan mereka, lahir 3 orang anak yaitu Lara Santang, Raja Sanggara, dan Kian Santang. Lara Santang kemudian menikah dengan Syeh Syarif Abdullah dan melahirkan Sunan Gunung Jati. Kemudian, Sunan Gunung Jati ini menikah dengan Nyi Mas Kawungnganten. Dari keduanya lahirnya Sultan Hasanuddin, seorang yang terkenal sebagai pendiri kerajaan Banten. 

 

Subang Larang ini lahir sekitar tahun 1400, atau sekitar 600 tahun yang lalu. Menurut info dari warga setempat, situs ini ditemukan pertama kali tahun 1979 di Desa Nangerang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang  (-6.438461,107.760818(Armita Fibriyanti's location@10:22,2/19) - Google Maps)

 

Kesan pertama saya mengunjungi situs Nyai Subang Larang adalah menarik, seram, dan gelap. Saya bilang menarik karena saya lebih suka bertualang ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang daripada tempat yang ramai macam mall, dufan, atau taman mini. hehee. Saya katakan seram karena penuh dengan kesan mistik. Lokasinya yang berada di tengah hutan jati dan jauh dari jalan besar membuatnya semakin seram. Apalagi tegakan pohon jati juga diselimuti dengan kain putih mirip kain kafan. Saya selintas membayangkan nuansa kebun jati ini di malam hari. hiiiiiiii... Gelap karena tajuk daun jati yang menghalangi penetrasi cahaya matahari. Keadaan tersebut membuat nyamuk-nyamuk bertahan hidup dan siap menyerang para pengunjungnya yang mengenakan pakaian terbuka. Tips, bawahan lotion anti nyamuk ketika berkunjung kesini. 

 

Untuk menuju kesini, kita tidak bisa pakai mobil karena akses jalannya yang sempit, berlumpur, dan belum di aspal. Moda transportasi yang lazim dipakai adalah sepeda motor. Pakai becak atau sepeda juga bisa, jalan kaki lebih bisa lagi, tapi saya jamin pasti gempor dan betis besar karena capek jalan. Hehehee.

 

Dari tempat parkir motor, saya langsung di ajak ke makam Nyai Subang Larang. Makamnya dilindungi dengan rumah-rumahan sederhana terbuat dari bambu. Foto bisa dilihat lengkapnya di destination Subang Larang ya. Di sekitar makam Subang Larang ini ditemukan berbagai macam perhiasan dan benda-benda kuno macam kalung, kujang, gelang yang terbuat dari batu-batuan dan emas.

 

Kemudian saya di ajak melihat sungai yang berada di sisi hutan jati tersebut. Sungai yang cukup dalam dan keruh airnya tersebut konon digunakan sebagai sarana transportasi terutama ketika ada serangan dari musuh. 

 

Sebelum pulang akhirnya saya mampir melongok makam yang diduga sebagai makam Ibu dari Subang Larang. Makam tersebut terletak sekitar 50 meter dari makam Subang Larang. Suami saya sebenarnya ragu terhadap makam tersebut, karena menurut dia, makam Ibu dari Subang Larang ada di Cirebon. Akhir dari perjalanan kami habiskan untuk duduk-duduk dan ngobrol tentang sejarah babad sunda di saung di samping makam Ibu Subang Larang sembari menunggu nasi liwet yang datang. 

 

Harapan saya, wisata sejarah ini tidak digunakan sebagai tempat bertapa maupun tempat mistik berbau syirik. Masyarakat kita selama ini memang ada yang belum terlepas dari hal ini, maka harus ada upaya baik dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, ulama, maupun pemerintah untuk menegakkan syariat yang benar. Biarkan tempat ini menjadi wisata sejarah dan cagar budaya bangsa yang lestari

*Tulisan ini juga saya tampilkan di blog pribadi saya di  http://menarahati.wordpress.com/2012/02/21/wisata-sejarah-subang-larang/



Photos

Seorang istri dan mahasiswa yang sedang menyelesaikan tesis Manajemen dan Bisnis di sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia dan bekerja sebagai penerjemah dokumen Inggris - Indonesia (vice versa), pembuat nama bayi dan perusahaan. Pecinta kucing juga ^^
Read more about Armita Fibriyanti

Comments

About us

Trackpacking.com adalah social network dimana kamu dapat sharing foto, cerita, peta, komunitas dan perjalananmu pada teman-teman. Dan kamu juga dapat melihat peta, track, hobi, foto, komunitas atau perjalanan dari orang lain. Ayo bergabung!
© Copyright 2014. trackpacking.com

Subscribes