Forgot Password?
|
Profile Picture of Hendricus Widiantoro

Hendricus Widiantoro

My Lovely South Of Lampung Regency: South Of Lampung Regency, My Wonderful Place
oleh Hendricus Widiantoro pada 25 November 2011 pukul 19:31

Facebook : whendricus@yahoo.com

Twitter: @Henk_Widi





South Of Lampung Regency, My Wonderful Place



By: Hendricus Widiantoro





Poem:

Here I a m…Because I have hook , then I hook my time with it. If I have a plow, so I’ll friable alll my field with it, because life is a struggle to changes better.



With a mission realization South Lampung regency economycal based on prosperity. A regency who have million wonderful place, South Lampung Regency beautifuly begins here.





Introduction:





South of Lampung Regency is one of the regency in Lampung province. The Capital South of Lampung regency is located in Kalianda city. Have a broad area 6649.29 KM2. Directly adjacent with java Island. East of Lampung Regency. Bandar Lampung. Pesawaran Regency. And as a buffer of Capital of Lampung Province, “Sang Bumi Rua Jurai” earth. The very profitable strategic investation for investor. Have enough potential for developed prospective.



The mission South of Lampung regency is develop infrastructure area. Infrastructure to support the development of high scale, economy, social services and improvre welfare through economic for populist. Improving the quality of education, health, social welfare. Developing a civilized society, morality and improving the conservation of natural resources, environment and sustainable. Uphold the rule of a law. For creating a commmunity of democratic. Realized that government clean. Oriented on Partnership and good management.



The South of Lampung Regency hold by much of beutiful Island. Including the triangle Island. Sebuku Island. Sebesi Island, Krakatoa Island and the Child of Krakatoa. The very popular abroad around the world. Which broke out in 1883. Eruption of the most hard during this civilization. Nature reserve is one of the advantages wonderful and very fantastic conservation. Among beach. Waterfall. Water heat and sulfur water. Traditional cultural heritage of Lampung. South Lampung Regency based on multy tourism destination.





Lampung Province also have Food center. Industrial and craft home. Located in Main of Sub Natar. Centered on Deklarasda among write batik, Traditional clothes Lampung ”Tapis” craft and various the very interesting domestic tourist and foreign. Ready to receive the commercial soft touch. The parties are interested to developed tourism is promising.



Rows plantation commodities, Coconut tree with area 34.730 with copra 30.436 tons per year. Palms 7636 tons. Cocoa 6907 tons. Spices. And the vast expanse of rices fields. Irrigation system with technical. In 17 sub South of Lampung Regency. South of Lampung Regency is one of corn production in Lampung Province. The potential land for dry and support for the mind and agroecosystem suport for corn. Potential estated elapsed 60% to 40% empty land. The managers are waiting fretesional. Land and experts to improve results for farming.





Throught the Departement of public works. Are continuing to well on transportation, with development and road sector suport. To make a good result production to distributed to Java island. For the future plan to build Sunda Strait Bridge (JSS).



Mining in South of Lampung Regency have developed and very profitable. Geological formations South of Lampung Regency are much of andesite covers most old andesite. With average productioan 6.413 million tons per year. 618,720 tons zeolite. Processed into stone marble chalk with 1,952,920 tons. Iron and seeds 12.000 tons. Just a small percentage the earth South of Lampung Property.



Land approximately 60% of production which have not been touched hands mining experts in. Alll be ready lay the pieces benefits for investor. Throught the local government and commmunity. Guaranteed to supply and energy from Center Supply Electrical Energy of Government (PLN) power plant and CenterSteam Supplyy Electrical Energy (PLTU) to supply electrical energy covered the Regency.



Through the Departement of Fisheries and maritime Capture. With area long lines and coastal waters marine 180 KM 173,347 hectare. Embracing South of Lampung regency. Generate the the amazing sensation. With capacity seaweed cultivation productions 300.000 tons per year. 51,000 tons Kerapu Fish. Shrimp 18.200 tons and pearl point 5 million per years. Be leading valuabe by high waiting presence of capital and integrated marketing for foreign exchange generate the infinite.



Executed by system integrated transportation in Lampung province. Contributions to the fixed system. The mining results means to trasnport or other goods. South Lampung Regency have One Port for specific goods carry weight name Panjang Port. While to carry passengers avaiable in Bakauheni Port and Radin Intan II Airport. Which have important rule for trasportations. Conecting the Java Island and Sumatera island. Port city. And trade center. The busy signify. South of Lampung Regency. Very Life. Ready to pick dream of the investor.



At Local government a very supportive and make it easier through investment agency licensing and integrated service. Government of South Lampung regency. Invite investors to invest in the Regency whicyh call as “The gates of Sumatera” Regency. Government will facililitate your licensing process with the quick and easy. Enable the creation of the situation and providing facilities and infrastructure supporting business investor. (***)

Share Your Track


Brother's ARy salam knal y agan backpacker, sya dri jkrta nih
pngen ikut gabung nih,, boleh kn 8)
20 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro Semakin maju Trackpacking,,senangnya
Yang mau ke Krakatau dan Pulau Sebesi...ayooo...
57 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro Semangat Untuk semua perjalanan yang mengasikkan...
71 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro Panen Durian Berkah Di Awal Tahun

KALIANDA- Warga lereng Gunung Rajabasa di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Lampung, mulai bisa memanen durian lagi setelah lama menunggu dari musim sebelumnya. Panen durian di awal tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para petani durian. Buah yang lezat dan aroma yang menggugah selera menjadi alasan tersendiri orang menyukai buah durian. Tak mengherankan jika di sepanjang jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kiri dan kanan muncul pedagang buah durian dadakan di sisi kanan dan kirinya.

Salah seorang petani durian yang memiliki sekitar 30 tanaman durian di kebunnya, Sumantri (50), mengatakan, para petani durian kembali memiliki tumpuan penghasilan tambahan untuk menopang kebutuhan keluarga karena bisa memanen buah tersebut. Mata pencaharian penduduk umumnya adalah petani pekebun dan mengolah lahan sawah.

"Hampir dua musim pohon durian milik para petani di wilayah ini selalu mengalami panen yang sedikit, karena bunga durian rontok saat terkena air hujan yang deras. Kebetulan ketika musim berbunga ketika musim panas sehingga tidak banyak bunga yang rontok. Kini dengan berhasil panen kembali, warga memiliki harapan mendapat penghasilan tambaha,"ujarnya, (13/1).

Ia mengatakan, sebagian besar warga di desa itu memiliki pohon durian yang dijadikan sebagai penghasilan tambahan setiap kali musim durian. Setiap hari, durian matang yang berhasil dipanen mencapai ratusan buah dengan harga bervariasi antara Rp 5.000,- hingga Rp 15.000,-. Biasanya pembeli datang sendiri langsung ke kebun dan makan lagsung di kebun, teatapi ada juga yang membelinya ketika da di pengepul durian. Di penjual pengecer durian biasanya dijual pergandeng dengan harga berfariasi tergantung besar kecilnya ukuran buah. Kisaran harga bisa mencapai Rp 30.000,- sampai Rp 40.000,- pergandeng. Sedangkan penjual besar biasanya menjual ke luar daerah dengan harga yang lebihtinggi di Jakarta dan sekitarnya.

"Itulah kenapa warga di sini sangat mengandalkan penghasilan tambahan dari hasil panen durian, karena jika dibeli dalam jumlah minimal 50 biji, mereka bisa meraup untung ratusan ribu rupiah dalam sehari. Hal tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, “ terangya.
Durian lereng Rajabasa bibitnya berasal dari sekitar Lamsel, dikenal dengan durian lokal. Warnanya putih dan agak kekuningan namun rasanya lezat. Namun ada juga petani yang menanam jenis Durian Keong yang kecil tapi rasanya lezat. Selain diminati penduduk lokal karena rasanya yang manis segar , juga banyak diminati konsumen tak hanya dari sekitar Lamsel, namun juga dari luar daerah.

Petani durian lainnya, Saleh (45) mengatakan, saat panen raya durian seperti saat ini, Desa Cugung mendadak menjadi kawasan agro wisata yang banyak dikunjungi wisatawan yang ingin membeli buah itu. Hal tersebut lebih lagi karena di Desa Cugung juga terdapat Air terjun Cicurug yang cuup indah. " Tempat in memang banyak dikunjungi wisatawan, terutama karena ada air terjunnya. Kebetulan merupakan masa panen raya buah durian, sehingga banyak dijual durian. Namun jika sudah memasuki puncak masa panen nanti, biasanya rasa rasa buahnya kurang manis karena terlalu banyak air hujan sehingga harganya turun," katanya.

"Durian hasil panenan milik warga diletakkan begitu saja di halaman maupun teras rumah, sehingga pembeli akan puas memilih-milih buah durian yang hendak dibelinya," katanya.

Para petani durian dan warga setempat, kata dia, ingin mengembangkan Desa Cugung sebagai daerah tujuan utama wisata agro dengan menawarkan kepada wisatawan mengenai kekhasan buah durian sembari menikmati keindahan air terjun cicurug dan sekaligus menikmat durian khas lereng Gunung Rajabasa. (***)
71 weeks ago - Comment
Lieke Amanda hai, thank's udah di follow..!! mari berkawan.. :)
76 weeks ago - Comment
57 weeks ago
Hendricus Widiantoro Member track
Semakin maju Trackpacking,,senangnya Yang mau ke Krakatau dan Pulau Sebesi...ayooo...
57 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro share on Dewi Ratnasari 's track
"jadi inget waktu ke Ciburial,,IPDN n Sleep @ Hotel Puri Khatulistiwa..."
57 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro Join to expedition [14 Januari 2012] FUN RAFTING KALIBARU - BOGOR Dengan lokasi tidak jauh dari Jakarta, kali ini kami akan mengajak anda sejenak bergembira dengan berarung jeram di sungai Kalibaru dengan panjang pengarungan 4-5 km selama 1,5 jam. Selain pemandangan alamnya yang sangat alami, jeram yang dilalui juga sangat menantang dengan grade 3+. Coco
71 weeks ago
Hendricus Widiantoro Member track
Semangat Untuk semua perjalanan yang mengasikkan...
71 weeks ago - Comment
Hendricus Widiantoro Member track
Panen Durian Berkah Di Awal Tahun KALIANDA- Warga lereng Gunung Rajabasa di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Lampung, mulai bisa memanen durian lagi setelah lama menunggu dari musim sebelumnya. Panen durian di awal tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para petani durian. Buah yang lezat dan aroma yang menggugah selera menjadi alasan tersendiri orang menyukai buah durian. Tak mengherankan jika di sepanjang jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kiri dan kanan muncul pedagang buah durian dadakan di sisi kanan dan kirinya. Salah seorang petani durian yang memiliki sekitar 30 tanaman durian di kebunnya, Sumantri (50), mengatakan, para petani durian kembali memiliki tumpuan penghasilan tambahan untuk menopang kebutuhan keluarga karena bisa memanen buah tersebut. Mata pencaharian penduduk umumnya adalah petani pekebun dan mengolah lahan sawah. "Hampir dua musim pohon durian milik para petani di wilayah ini selalu mengalami panen yang sedikit, karena bunga durian rontok saat terkena air
71 weeks ago - Comment
74 weeks ago
Hendricus Widiantoro Join to Info Angkutan Dan Transportasi Info Angkutan dan Transportasi Share dan Tanya Jawab tentang informasi Angkutan dan Transportasi.
76 weeks ago
76 weeks ago
Hendricus Widiantoro Member track
Want Go To Kalianda???
76 weeks ago - Comment

About us

Trackpacking.com adalah social network dimana kamu dapat sharing foto, cerita, peta, komunitas dan perjalananmu pada teman-teman. Dan kamu juga dapat melihat peta, track, hobi, foto, komunitas atau perjalanan dari orang lain. Ayo bergabung!
© Copyright 2013. trackpacking.com

Subscribes