kata-kata seorang penjelajah

September 9, 2013 Category : Agenda / Event
kata-kata seorang penjelajah

Vasco da Gama

            Vasco da Gama berasal dari Portugis. Penjelajah yang lahir sekitar tahun 1469 ini ditugaskan oleh Raja Portugis (Raja Imanuel I) untuk menemukan negeri-negeri Kristen di Benua Timur dan untuk mendapatkan akses Portugis ke pasar komersial di benua Timur. Maka pada 8 Juli 1497, ia berangkat melakukan ekspedisi dengan membawa empat kapal dan 170 orang kelasi, termasuk penerjemah Bahasa Arab.

            Vasco da Gama kemudia berlayar menuju Tanjung Verde. Lalu ia berlayar ke selatan, jauh di luar Samudera Atlantik (tidak menelusuri Pantai Afrika seperti yang dilakukan oleh Bartolomeus Dias pada 1488). Kemudian, Vasco da Gama berlayar menuju selatan berbelok ke timur hingga Tanjung Harapan. Akibatnya, kapal-kapal rombongan ekspedisi tersebut tidak terlihat dari daratan selama 93 hari.

Pada 22 November, Vasco da Gama mengitari Tanjung Harapan, kemudian berlayar ke utara menyusuri Pantai Timur Afrika. Selama melakukan pelayaran ini, ia singgah diberbagai kota yang dikuasai oleh orang muslim, termasuk Mambasa dan Malindi (sekarang Kenya). Selanjutnya, ia membawa penduduk Malindi sebagai petunjuk jalan dari Laut Arab ke India. Perjalanan tersebut memakan waktu 23 hari.

Pada 20 Mei 1498 (sekitar sepuluh bulan setelah berangkat), rombongan yang dipimpin oleh Vasco da Gama tiba di Calicut. Kota ini merupakan pusat perdagangan terpenting di India bagian Selatan. Awalnya, rombongan ekspedisi tersebut disambut oleh Zamorin, penguasa Hindu di Calicut, dengan sangat baik. Namun, setelah mengetahui upeti yang yang dipersembahkan rombongan Vasco da Gama, Zamorin merasa kecewa. Sebab, upeti tersebut dinilai terlalu murah harganya.

Selanjutnya, rombongan ekspedisi Vasco da Gama berunding dengan para penguasa setempat, sehingga menghasilkan Wyatt Enourato. Karena para pedagang muslim menguasai rute perdagangan di Samudera Hindia, transaksi perdagangan antara Vasco da Gama dan Zamorin menjadi terhambat. Akhirnya, pada bulan Agustus, Vasco da Gama memutuskan untuk meninggalkan Calicut. Raja setempatpun memberinya muatan berupa aneka rempah-rempah untuk disampaikan kepada pemerintah Portugis.

Perjalanan pulang rombongan Vasco da Gama melintasi Laut Arab dan memakan waktu sekitar tiga bulan. Dalam perjalanan tersebut, awak kapal Portugis banyak yang mati akibat terserang penyakit darah (kebanyakan mengkonsumsi daging, namun kurang asupan buah dan sayur). Akhirnya hanya dua kapal yang berhasil kembali ke Portugis. Kapal pertama berlabuh pada 10 Juli 1499, sedangkan kapal yang kedua yang ditumpangi Vasco da Gama baru berlabuh dua bulan kemudian, tepatnya pada 9 September 1499. Walaupun hanya 55 anak kapal yang dapat bertaha hidup, raja Portugis menganggap ekspedisi tersebut menuai sukses besar.

Enam bulan kemudian, Raja Portugis mengirim ekspedisi lanjutan dibawah pimpinan Pedro Alvares Cabral. Pedro Alvares Cabraltiba di India pada saat yang tepat, sehingga dapat membawa rempah-rempah dalam jumlah yang banyak. Namun, sebagian anak buahnya terbunuh di Calicut. Pada ekspedisi tersebut, ia juga berhasil menemukan rute perjalanan ke Brazil.

Pada tahun 1502, raja Portugis kembali mengirim Vasco da Gama kembali ke Calicut untuk melakukan serangan pembalasan. Vasco da Gama membawa dua puluh kapal. Diluar perairan Pantai India, ia berhasil merampas sebuah kapal Arab yang sedang melintas. Setelah semua muatan dipindahkan ke kapal Portugis, kapal itu kemudian dibakar ditengah laut. Akibatnya, semua penumpang yang berada di atas kapal ini, termasuk wanita dan anak-anak, musnah.

Sesampainya di Calicut, Vasco da Gama meminta kepada Zamorin untuk menghalau umat muslim dari pelabuhan. Karena Zamorin merasa bimbang, Vasco da Gama menangkap sekaligus membunuh raja tersebut. Setelah itu, ia mengebom pelabuhan dan hanya menyisakan 37 orang pelaut India.

Dalam perjalanan pulang ke negaranya, Vasco da Gama mendirikan beberapa koloni Portugis di Afrika Timur. Berkat prestasinya tersebut, ia memperoleh hadiah besar dari Raja Portugis. Selain diberi gelar kebangsawanan, ia juga diberi hadiah perkebunan, jaminan pensiaun dan sejumlah uang.

Karena berhasil mengatasi segala permasalahan yang muncul di India, pada tahun 1524, Vasco da Gama kembali diutus ke anak benua itu untuk menggantikan posisi Eduardo de Manezes sebagai raja muda (wakil) dari wilayah kekuasaan Portugal. Namun, setibanya di kota Kochi, Goa pada malam Natal tahun 1524, Vasco da Gama terserang malaria dan akhirnya meninggal dunia.

Vasco da Gama dimakamkan di Gereja St. Francis, Fort Kochi, Kochi. Kemudian pada tahun 1539, kerangkanya dipindahkan ke Portugal dan dimakamkan kembali disebuah kuburan yang indah di Vidigueira. Selanjutnya untuk menghormati pelayaran ke India, dibangun Biara Hieronimit di Belem.

Setelah melakukan perdagangan baru ke Timur, Portugis menjadi negara terkaya di Eropa. Portugis mendirikan koloni-koloni jajahan diseputar Samudera Indonesia dengan cepat. Selain itu, Portugis juga mendirikan benteng-benteng dan pos-pos serdadu di India, Indonesia, Madagaskar, Pantai Timur Afrika, dan lain sebagainya. Portugis berhasil mempertahankan daerah jajahannya hingga pertengahan abad ke-20.

Pembukaan jalur perdagangan baru yang dilakukan oleh Vasco da Gama mengakibatkan perdagangan kaum muslim mengalami kemunduran. Pedagang-pedagang muslim tersebut dapat dikalahkan dan digantikan oleh Portugis dalam waktu singkat. Selain itu, jalur perdagangan darat dari India ke Eropa menjadi tidak terpakai, karena Portugis berhasil merintis jalur laut menuju Afrika dengan biaya yang lebih murah.

Meluasnya daerah jajahan Portugis ke Timur merupakan “pukulan pahit” bagi negara Turki Ottoman dan Italia (misalnya Venesia), yang sebelumnya menguasai perdagangan ke Timur. Sedangkan, negara-negara Eropa lainnya dapat memperoleh barang-barang dari Timur Jauh dengan harga lebih murah dari pada sebelumnya. Dengan begitu, pengaruh terbesar perjalanan Vasco da Gama bukan saja ke Eropa atau Timur Tengah, melainkan ke India dan Asia Tenggara.

Sebelum tahun 1498, India merupakan negara terpencil yang terasing dari Eropa. Perjalanan Vasco dan Gama berhasil “mendobrak” keterasingan negara ini sekaligus “menyuguhkan” kebudayaan Eropa lewat jalur laut secara langsung. Hingga pertengahan abad ke-19, pengaruh Eropa di India semakin kuat. Bahkan, seluruh wilayah anak benua itu berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inggris.



Comments

© Copyright 2022. trackpacking.com