Rahajeng Galungan, Teman..!

August 27, 2012 Category : CatPer
Rahajeng Galungan, Teman..!

Hey, yang tinggal di Bali pasti tidak asing dengan hari raya Galungan.

Di Bali memang banyak hari raya dan upacara. Salah satunya hari raya galungan.

Hari Raya Galungan adalah adalah hari memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma Umat Hindu melakukan persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara/dengan segala manisfestasinya sebagai tanda puji syukur atas rahmatnya serta untuk keselamatan selanjutnya. Sedangkan penjor yang dipasang di muka tiap-tiap perumahan yaitu merupakan aturan kehadapan Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di  Gunung Agung.

Atau dengan kalimat yang lebih sederhana  adalah Hari kemenangan Dharma melawan Adharma atau kebaikan melawan kejahatan.

Yang khas disetiap hari raya ini adalah :

PENJOR

Penjor adalah sebuah tiang bambu tinggi yg dihiasai dengan janur, hasil-hasil bumi dan kain warna kuning-putih. Penjor adalah simbol dari gunung. Umat Hindu di Bali meyakini bahwa tempat yg tinggi seperti gunung adalah rumahnya Tuhan/Hyang Widhi.

Masangin penjor wajib dilakukan seperti kaya kita masang bendera merah putih setiap menjelang tujuh belasan.  Menjelang hari raya galungan, jalanan pasti cantik berhiaskan penjor..!

Bahan dasar penjor adalah tiang bambu sbg simbol gunung. Tiang bambu ini dihias seindah mungkin dengan janur dan daun lontar. Kemudian berisi berbagai hasil bumi spt buah kelapa, padi, dll. Juga terdapat daun endongan, daun beringin dan daun plawa. Ada juga lamak, sampyan, dan jenis jejahitan lainnya. Diujung penjor berisikan kain putih sbg lambing kesucian. Secara singkat penjor memiliki makna persembahan rasa syukur umat kpd-Nya atas segala berkah dan rakhmat Beliau kepada umat manusia. Pemasangan penjor Galungan adalah selama 1 bulan Bali (35 hari).

LAWAR BALI

Pada saat galungan, itu sama dengan hari menderita bagi seluruh Babi di Bali. Sebab sudah menjadi tradisi turun temurun, babi  akan dipotong pada saat penampahan galungan atau sehari sebelum galungan dan dibagikan keseluruh warga banjar.  Kebiasaan ini sama seperti hari raya qurban kalo di Islam.  Bagi warga yang mampu biasanya menyumbang lebih banyak ke banjar.

Ada juga urut-urutan Perayaan Galungan :

Penampahan Galungan

Hari Penampahan galungan adalah hari dimana umat hindu akan melakukan penyembelihan terhadap hewan Babi, sebagai simbolis bahwa kita bisa menghilangkan sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita masing-masing. Pada hari inilah dianggap sebagai hari untuk mengalahkan Butha Galungan dengan upacara pokok yaitu membuat banten byakala.

Galungan

Nah, ini merupakan kesempatan bagi berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk melakukan persembahyangan dan melakukan silahturahmi dan peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa. kita akan melihat para perempuan Hindu mengenakan busana adat Bali sambil menjunjung sesajen (sesaji) didampingi suami atau putra-putrinya pergi ke Pura maupun tempat suci milik  keluarga (merajan/sanggah) untuk melaksanakan persembahyangan.

 

Manis Galungan

Yang biasanya dipergunakan bagi anggota keluarga yang sudah berkumpul untuk saling mengunjungi sanak keluarga yang lainnya untuk bersilahturahmi. Pada hari ini umat mengenang betapa indahnya kemenangan dharma. Umat pada umumnya melampiaskan kegembiraan dengan mengunjungi tempat-tempat rekreasi. 

Dua hari setelah hari raya Galungan adalah hari raya Pahing Galungan. Pada hari ini, biasanya umat hindu akan melakukan pembersihan kembali terhadap perabotan tempat sesajen, tempat suci, dll sebagai persiapan untuk menyambut datangnya Hari Raya Kuningan yang hanya berselang 10 hari setelah hari raya Galungan.

Saya suka tinggal di Bali, saya mencintai setiap perbedaan dan budayanya.. dan saya belajar menjadi warga bali yang baik dengan menghormati apa yang mereka percayai.

 

***keterangan dari beberapa sumber**



Comments

© Copyright 2021. trackpacking.com