The Virgin Beach  - Candidasa

Posted by : Lieke Amanda January 13, 2012 Category : CatPer

Tanggal 08 january adalah minggu pertama trip kami sebagai the gallawers, sebuah nama kelompok jalan-jalan yang isinya orang galau, eh salah isinya orang2 dewasa yang berusia diatas 24 tahun yang mapan dan suka jalan-jalan ding.. hahaha.. kami resmi menjadi the gallawers pada perayaan tahun baru 2012 kemaren.  Dengan yel-yel ; ga galau ga jalan cyiiinnn…  mengapa begitu? Hmm.. karna semua anggota kelompok ini memiliki  kisah percintaan yang rumit.. hahahaha.. ok, saya ga akan membahas lebih banyak tentang the gallawers.

 

Jadi awalnya kami merencanakan untuk Beaches Trip , menyusuri seluruh pantai di bagian selatan pulau bali, dengan motor tentunya. Namun rencana beaches trip kami sepertinya tidak  direstui oleh alam. Sejak malam hujan sampai pagi hujannya ga berhenti.

 

Hujan yang deras, memaksa kami menyewa mobil. Dan mas aris bertugas untuk menjemput kami satu persatu dari rumah masing-masing.

 

Setelah semua di jemput,  kami tidak ada plan B, maka kami putuskan bersama untuk jalan ke karangasem .

 

Karangasem terletak diujung timur pulau bali. Daerah karangasem terkenal sebagai wilayah dengan kondisi tanah kering, agak gersang.

 

Berhubung ada beberapa teman yang belom mengunjungi taman ujung, maka destinasi pertama kami adalah taman ujung. Saya pribadi sudah 4 kali datang ke tempat ini, jadi  sesampainya saya disana ya, saya hanya duduk-duduk di samping kolam taman ujung sambil berhayal, apa kabar ya, kalo saya diving di dalam kolam ini.. hahaha, .. kedalaman kolam yang mengitari bangunan inti taman ujung ini hanya sekitar 5 meter. Jadi mungkin anda yang membaca catatan ini juga tertarik diving bersama saya di kolam ini? Hahahahaha *nyengir..

 

Oiya sedikit cerita tentang  Taman Ujung,.

Taman Ujung terletak 5 kilometer dari kota amplapura ( ibukota kabupaten karangasem) kalo dari denpasar kira-kira 95 kilometer. Taman ujung di bangun pada tahun 1919 dan mulai resmi digunakan pada tahun 1921. Fungsi bangunan ini adalah sebagai tempat peristirahatan dan tempat menjamu tamu-tamu Raja Karangasem. Ada 3 kolam di taman ini yang masing2 terhubung oleh jembatan ditengahnya ada bangunan utama. Ada juga bale bengong di sebelah barat kolam yang menghadap ke bangunan utama. Bangunan Taman Ujung ini merupakan perpaduan arsitektur eropa dan bali. Namun lebih cenderung ke eropa sih menurut saya. Kalau kita naik ke sebelah barat atas, naiknya lewat tangga loh yaa.., eh yang tidak saya itung jumlahnya.. hehehe.. terlihat pemandangan yang luar biasa. Kita bisa melihat Taman ujung secara keseluruhan dari segala penjuru . disebelah kanan kita bisa melihat pantai, sebelah kiri terlihat gunung agung dan gunung abang berdampingan mesra.

 

Setelah semua berfoto-foto narsis bersama, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

 

kami ingin sekali pergi ke amed, hanya saja kondisi jalan yang rusak dan waktu tidak memungkinkan.  Maka kamii putuskan untuk mencari destinasi baru yang belum begitu terkenal.

 

Saya ingat, ada temen saya orang karangasem pernah bilang, “ke, kalo kamu main ke karangasem, jangan lupa main ke Virgin Beach”  konon katanya merupakan satu-satunya pantai berpasir putih di karangasem, maklum semua pantai di karangasem adalah berpasir hitam.

 

Kami mencari – cari sign board yang menuliskan jalan menuju ke Virgin beach. Namun nihil..!  bukan pantai itu ga ada, tapi sign boardnya bukan virgin beach melainkan white sand beach..!! hahahahaha… setelah beberapa kali melewati, muter sana muter sini, lewati  bukit kera, jembatan panjang, dan  puskesmas, akhirnya kami menemukannya, masuk ke jalan white sand. Jalan  menuju pantai ini lumayan jelek dan sepi, sepertinya tidak banyak pengunjung. dari jalan utama menuju ke loket kira2 1 kilometer dan jarak dari loket  ke pantai kira-kira 500 meter. Jalanan agak licin sehabis hujan dan cukup curam.

 

Untuk masuk ke Virgin Beach kita membayar Rp. 10.000 untuk mobil, untuk motor cukup Rp. 5000 saja.

 

 Virgin Beach atau White Sand beach ini terletak di daerah perasi, Candidasa, Karangasem, kira-kira ummm, 65 Km dari Denpasar.

 

Secara menakjubkan ketika kami tiba di parkiran mobil yang berjarak beberapa meter dari bibir pantai, hujan yang sedari tadi mengguyur tiba-tiba berhenti. Aah, kami bersyukur lega dan segera berhamburan bermain ombak.

 

Pemandangannya betul – betul natural dan alami.  Pantai ini dibatasi oleh tebing di sisi kiri dan cekungan tanjung di sisi kanan. Mirip teluk. Di depannya terhampar 2 pulau kecil yang samar kelihatan yaitu Gili Biaha dan Gili Tepekong. Tidak begitu panjang pantainya, dan tidak begitu ramai pengunjung, hanya ada sekumpulan orang asing, yang sedang berenang. Dan kalo dilihat hanya kami pengunjung lokalnya.

 

Karna masih terbawa suasana nyaman, saya bergegas mencari kopi..!! saya butuh kopi..!! kami mampir di salah satu warung di situ, saya pesan kopi bali tanpa gula. Teman yang lain memesan pisang goreng dan mie rebus. Ajaib..! pisang goreng yang isinya 5 biji itu di bandrol 25 ribu..! rupanya nominal tersebut senada dengan mie rebus. Dan secangkir kopi bali 10 ribu rupiah.Muahal amiirrr..  ^.^

 

Selepas menghangatkan diri, saya kembali bermain air dan menceburkan diri bersama yang lain.karena  Disini sepi pengunjung kami jadi bebas kejar-kejaran, tertawa dan berteriak.  Waktu hampir maghrib ketika Saya dan yang lain bergegas membersihkan diri. Disudut kiri dibawah tebing, terlihat pemuda- pemuda desa setempat masih bermain bola, ada juga yang  terlihat melempar-lemparkan kail di ke tengah lautan.

 

Tepat disaat kami selesai beberes dan siap2 untuk pulang, hujan deras tiba-tiba saja mengguyur. Semua naik mobil dengan perasaan senang, tidak ada hujan. Dan kami sudah bersenang-senang..!

 

Catatan tambahan : masuk ke Taman Ujung  tiket Rp. 5.000/ pax, jika membawa kamera DSLR dikenakan biaya Rp. 50. 000, jika membawa peralatan syuting dikenakan biaya Rp. 150.000 diluar tiket masuk.




Read more about Lieke Amanda

Comments

© Copyright 2020. trackpacking.com